Sharing Informasi | Pribadi | Publik | 2019

Siapa yang Mendesain Uang Rupiah ya?


Siapa yang Mendesain Uang Rupiah ya?

Selama ini kita sebagai masyarakat terus melakukan transaksi menggunakan mata uang rupiah, mengetahui nominal serta desain tampilan yang berbeda di beberapa nominal. Namun tahukah siapa yang mendesain tampilan uang rupiah yang kita pakai setiap harinya.

Proses pencetakan uang rupiah hingga akhirnya beredar di tengah-tengah masyarakat merupakan proses yang panjang dan rumit.

Pencetakan uang diawali oleh proses perencanaan, termasuk di dalamnya adalah penentuan desain uang.

Bank Indonesia (BI) adalah otoritas yang menerbitkan dan mengedarkan uang, sementara Perusahaan Umum Pencetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) merupakan satu-satunya pihak yang berhak mencetak uang rupiah.

Lalu, siapa yang berwenang menentukan desain uang rupiah? Direktur Utama Perum Peruri Prasetio menyatakan, perseroan diamanati tugas untuk mencetak uang rupiah, termasuk uang rupiah tahun emisi 2016.

Terkait desain, hal ini merupakan wewenang bank sentral berkoordunasi dengan pemerintah.

"Uang NKRI ditandatangani oleh Gubernur BI dan Menkeu. Artinya melibatkan BI dan pemerintah," ujar Prasetio di kawasan produksi Perum Peruri di Karawang, Jawa Barat.

Meskipun demikian, bukan berarti Perum Peruri tidak dilibatkan dalam penentuan desain uang rupiah.

Bank sentral dan pemerintah pun melakukan diskusi dengan Perum Peruri terkait desain uang sebelum akhirnya dicetak dan diedarkan.

Prasetio pun menyebut, komunikasi antara BI, pemerintah, dan Perum Peruri terkait segala proses pencetakan uang berjalan dengan baik hingga kini.

Namun, pihak yang berwenang untuk memberikan penjelasan terkait desain uang adalah bank sentral.

"Desain segala macam yang punya kompetensi untuk menyetujui dan menjelaskan ke publik BI dan kita udah tahu banyak penjelasan BI," ujar Prasetio.

Tips Bangun Rasa Percaya Diri


Tips Bangun Rasa Percaya Diri

Memiliki percaya diri memang sangat penting untuk bisa menjalankan pekerjaan dengan baik. Namun dalam hal mempraktekannya tidak semudah membalikan telapak tangan.
  
Untungnya, ada banyak hal yang bisa dilakukan guna meningkatkan kepercayaan diri dan sebuah penelitian telah menemukan cara yang paling mudah untuk mencapainya, yaitu memberi penghargaan pada diri sendiri ketika rasa kepercayaan diri muncul.

Konsep ini berawal dari sebuah studi di laboratorium UCLA yang dirilis pada akhir tahun lalu.

Para peneliti menemukan bahwa ketika memberi partisipan penghargaan setelah berhasil melakukan suatu hal dengan percaya diri, kepercayaan diri tersebut menjadi konsisten.

Kemudian, penelitian ini juga menarik karena merupakan kali pertama kepercayaan diri tergambarkan dengan jelas dalam bentuk pola gelombang otak.

Ketika mendeteksi gelombang otak tersebut, para peneliti memberi partisipan hadiah berupa uang tanpa memberitahukan apa yang sedang diteliti dan dinilai.

Bahkan, para partisipan pun tetap tidak mengerti alasan mereka mendapatkan hadiah uang tersebut hingga akhir penelitian.

Dari sana, para peneliti pun menyimpulkan bahwa kepercayaan diri dalam otak bisa meningkat seiring dengan penghargaan, walaupun tanpa disadari.

Nah, bagaimanakah cara untuk mencoba konsep ini dalam hidup Anda?

Mulailah dari mengetahui momen-momen kepercayaan diri yang kecil seperti menyapa atasan dan memberikan penghargaan sederhana seperti pujian terhadap diri sendiri.

Dari sana, kepercayaan diri akan tumbuh dan mempersiapkan Anda untuk momen-momen kepercayaan diri yang lebih besar seperti memberikan presentasi di depan banyak orang atau berdialog dengan klien.