Sharing Informasi | Pribadi | Publik | 2019

3 Olahraga yang Membakar Banyak Kalori



3 Olahraga yang Membakar Banyak Kalori

Jika kamu merasa terlalu banyak makan dan kurang banyak membakar kalori beberapa hari terakhir sudah seharusnya kamu membiasakan diri dengan beberapa olahraga ini.

Cukup lakukan 15-30 menit, 3 pilihan olahraga ini bisa Anda lakukan di malam atau pagi hari untuk meningkatkan metabolisme tubuh usai seharian makan berlebihan.


Kardio dan angkat beban

Latihan kardio, seperti bersepeda atau berlari dengan kecepatan penuh selama 10 menit tanpa henti dapat memacu tubuh untuk membakar kalori.

Namun, pembakaran kalori usai makan banyak akan lebih efektif bila Anda mengombinasikan kardio tadi dengan latihan angkat beban selama 15 menit.

Latihan HIIT sambil angkat beban

Jika Anda ingin benar-benar ingin menantang tubuh Anda untuk membakar semua kalori berlebihan yang diasup sebelumnya, melakukan gerakan HIIT seraya angkat beban adalah pilihan terbaik.

High Intensity Interval Training disingkat HIIT didesain untuk meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak tubuh. Dengan waktu olahraga yang sebentar, yaitu hanya 15 menit, Anda akan berkeringat seolah sudah berolahraga selama 1 jam.

Yoga

Bila yang Anda asup berlebihan bukanlah makanan, melainkan alkohol, maka lakukanlah yoga selama 20 menit keesokan paginya.

Gerakan yoga akan mengalirkan energi ke seluruh tubuh, melancarkan aliran oksigen dan darah, sehingga mampu membuat tubuh Anda kembali normal dalam waktu 15 menit.

Cara Bertindak yang Benar pada Permintaan Anak


Tips Tindakan yang Benar pada Permintaan Anak

Sebagai orang tua dari anak-anak kita orang tua sering kali selalu memenuhi apapun yang mereka pinta. Apakah hal tersebut sudah benar?

Orangtua harus waspada bahwa setiap kali Anda membelikan semua keinginan anak agar mereka berhenti merengek, maka itu berarti Anda telah membiasakan si kecil untuk bersifat manja dan tidak mandiri.

Mengatakan “Tidak” pada anak memang bisa menimbulkan rasa bersalah pada hati orangtua. Namun, terkadang Anda harus bisa bersikap tegas demi kebaikan anak di masa mendatang.


Melissa Deuter, MD., seorang psikolog menjelaskan bahwa pola anak meminta dan orangtua harus menuruti akan terus terbawa hingga si kecil berusia dewasa.

Terus menerus membiasakan “budaya” tersebut dalam keluarga, maka orangtua telah membentuk karakter anak menjadi sosok yang tidak bisa diandalkan dan manja.

Anak yang selalu mendapatkan segala yang mereka minta, kata Deuter, bakal tidak gigih dalam bekerja dan memiliki sifat temperamental.

“Orangtua zaman sekarang berpikir bahwa mereka bekerja untuk anak. Ya, itu tidak salah. Memang benar seharusnya seperti itu. Namun, tidak juga hasil kerja keras Anda digunakan untuk menjadikan anak manja,” jelas Deuter.


Biaya kuliah yang tinggi dan kesehatan anak, imbuh Deuter, harus juga dipikirkan oleh orangtua.

“Anda memanjakan anak dengan barang-barang mahal, tetapi Anda menempatkan biaya pendidikan mereka dalam bahaya, maka itu bukan pilihan yang bijak,” ujarnya.

Menurut Deuter, sekarang ini banyak orangtua kompetitif terhadap orangtua lain. Jadi, tanpa mereka sadari, sifat yang demikian merugikan buah hati mereka.

Selain itu, kebiasaan orangtua menyelesaikan tugas sekolah anak juga tidak mengajarkan kerja keras dan proses mewujudkan cita-cita.

“Orangtua semestinya membantu dan mengajarkan anak, bukan menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab anak, berkaitan dengan tugas sekolah,” pungkasnya.