Sharing Informasi | Pribadi | Publik | 2019

4 Makanan Bisa Membuat Anda Awet Muda


4 Makanan Bisa Membuat Anda Awet Muda

Bertambahnya usia tidak akan pernah bisa di halangi, angka itu akan terus bertambah berselangnya tahun. Namun memiliki kerutan di wajah atau melemahnya daya tahan tubuh bisa kita halangi dengan makanan yang tepat dan olahraga teratur.

Resep awet muda ternyata mudah saja. Konsumsilah makanan-makanan berikut ini.


1. Rumput Laut

Makanan yang kerap ditemukan dalam masakan Jepang ini bermanfaat membantu mencegah penyakit jantung dan kanker. Senyawa di dalam rumput laut pun ditemukan menurunkan inflamasi dan memerangi virus. Di samping itu, rumput laut pun kaya akan antioksidan, serat, vitamin B12, C, K juga yodium dan zat besi.


Vitamin C di dalamnya membantu zat besi terserap lebih baik dan akhirnya membuat sel darah merah sehat. Antioksidan dan vitamin K mencegah pembekuan darah yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Kita pun membutuhkan yodium untuk kesehatan tiroid. Namun terlalu banyak yodium tak baik untuk kesehatan. Konsumsilah satu sendok makan rumput laut setiap hari untuk mendapatkan khasiat sehatnya secara optimal.


2. Minyak Zaitun

Merupakan elemen penting dalam pola makan Mediterranian, minyak zaitun adalah minyak paling sehat. Kandungan polifenol di dalamnya memberikan khasiat antioksidan dan kekuatan anti inflamasi yang membantu mencegah penyakit penuaan seperti Alzheimer's.


Jenis utama asam lemak dalam minyak zaitun adalah tak jenuh utnggal dalam bentuk asam omega 9. Menikmati minyak zaitun jenis virgin ini dalam bentuk salad atau dicocol roti gandum berhubungan dengan kadar kolesterol lebih baik dan risiko penyakit jantung lebih rendah. Minyak zaitun pun dapat dioleskan ke kulit untuk mencegah penuaan dan kerut.


3. Seafood

Ikan laut adalah salah satu jenis protein tersehat untuk menjaga dan membangun otot. Ikan laut yang akan omega 3 seperti salmon, mackerel, sarden dan trout memberikan manfaat sehat untuk otak dan jantung.


Makan ikan sehat ini dua kali seminggu tak hanya meningkatkan energi tapi juga memperbaiki memori dan menurunkan risiko kepikunan sekaligus menurunkan risiko kematian karena penyakit jantung sampai 36 persen.

Rutin makan seafood tak hanya menjaga kesehatan otak dan jantung tetapi juga membuat panjang umur. Riset terbaru menemukan orang dewasa usia lanjut dengan kadar asam lemak omega tiga lebih tinggi dalam darah dari ikan laut rata-rata hidup lebih lama 2,2 tahun dibandingkan dengan orang yang kadarnya lebih rendah.


4. Tomat

Tomat adalah sumber likopen yang baik, antioksidan kuat yang menjaga kesehatan jantung, tulang kuat dan mencegah kanker. Likopen dapat membantu menurunkan kolesterol total, LDL dan trigliserida dalam darah.


Nutrisi dalam tomat pun membantu mencegah platelet darah agar tidak saling menempel dan menyumbat pembuluh arteri. Hasilnya, risiko serangan jantung dan stroke pun menurun.

Untuk tomat, paling sehat jika dimakan dalam keadaan dimasak. Pasalnya, proses pemasakan justru melipatgandakan kandungan likopen.

Antioksidan dalam tomat pun membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet dan mencegah kerut. Tetapi perlu diingat, selain makan tomat, kulit tetap perlu dijaga dengan pemakaian tabir surya.

3 Kesalahan Pola Asuh Anak Lelaki Anda


3 Kesalahan Pola Asuh Anak Lelaki Anda

Mendidik anak menjadi hal yang sangat penting hingga dia menjadi pribadi yang aktif dan kreatif. Namun, jangan karena egois ingin menjadikan anak semakin baik sehingga membuat kita melakukan langkah yang yang tidak tepat.

Umumnya, orang dewasa menyelesaikan pekerjaan dengan duduk berjam-jam di kantor, entah untuk merampungkan tugas atau menghadiri rapat di kantor.

Cara tersebut bisa dibilang efektif untuk sebagian besar orang-orang berusia dewasa. Namun, metode duduk seharian di depan meja tidak bisa diaplikasikan untuk anak lelaki agar mereka konsentrasi dan menyerap pelajaran dengan baik.

Menurut studi dari Journal of Medicine and Sport, anak lelaki yang duduk seharian dalam kelas tidak mengalami peningkatan dalam kemampuan membaca.

Sebaliknya, anak lelaki yang diberikan waktu banyak bermain dan beraktivitas fisik mengalami peningkatan pesat untuk kemampuan membaca.

Studi juga menguraikan tiga kesalahan yang sering terjadi pada pola asuh pada era modern. Berikut uraiannya:


1. Terlalu melindungi anak-anak

Melindungi dan membuat kehidupan anak benar-benar nyaman hingga jauh dari segala pengaruh buruk merupakan dorongan naluriah banyak orangtua. Namun, terlalu melindungi justru bisa membuat anak-anak cepat sakit dan tidak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.



2. Terlalu banyak memberikan konsumsi akademis pada anak-anak

Setiap orangtua ingin anak-anaknya tumbuh cerdas dan sukses, tetapi terlalu banyak memaksa mereka untuk terus belajar bisa menimbulkan rasa bosan serta depresi.


Kurangnya kegiatan fisik pada keseharian anak justru membuat mereka sulit berkonsentrasi secara akademis.


3. Terlalu membebani anak untuk menjadi terbaik

Jadilah orangtua yang menginginkan anak untuk bahagia, bukan selalu menjadi yang terbaik. Sebab, apa yang menurut terbaik versi orangtua bisa jadi tidak membuat si kecil bahagia.


Studi mengungkapkan bahwa kebanyakan sekolah menerapkan waktu belajar lebih lama dalam kelas ketimbang di luar kelas.

Duduk dan belajar berjam-jam dalam kelas, menurut studi, tidak tepat untuk anak lelaki. Sebab, anak lelaki terlahir dengan energi yang tinggi dan aktif dibandingkan anak perempuan.

Periset di University of Eastern Finlan mendokumentasikan eksperimen untuk mengetahui apakah anak lelaki yang banyak duduk dalam kelas lebih berprestasi daripada anak lelaki yang banyak diberikan waktu beraktivitas di lapangan sekolah.

Studi ini melibatkan 153 anak-anak usia enam hingga delapan tahun. Peneliti memonitor kegiatan fisik masing-masing responden anak.

Hasilnya, anak lelaki yang banyak duduk di dalam sekolah sulit berkonsentrasi dalam memahami pelajaran.

Namun, anak lelaki yang diberikan waktu lebih lama untuk bermain dan berolahraga di lapangan sekolah ditemukan mudah berkonsentrasi dan mendapatkan nilai tinggi.

Hasil eksperimen ini ditujukan hanya untuk pola asuh anak lelaki. Sebab, metode lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kelas lebih efektif diterapkan pada anak-anak perempuan.