Sharing Informasi | Pribadi | Publik | 2019

8 Satelit yang Pernah Diluncurkan Indonesia


8 Satelit yang Pernah Diluncurkan Indonesia

Satelit sudah menjadi teknologi yang mengantariksa sudah lama, Indonesia menjadi salah satu negara yang meluncurkan satelit setelah Amerika dan Kanada.

Momentum itu terjadi pada 9 Juli 1976. Kala itu, Indonesia pertama kali meluncurkan satelit bernama Palapa A1 dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, Amerika Serikat. Satelit berbobot 574 kilogram saat peluncuran dilesatkan ke angkasa oleh roket Delta 2914.

Pada masa tersebut, Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) menggunakan Satelit GSO (Geo Stasioner Orbit) setelah AS dan Kanada.

Palapa A1 berikut SKSD memberikan layanan telepon dan faksimili antarkota di Indonesia. Lalu, seturut laman goodnewsfromindonesia.id, SKSD menjadi infrastruktur utama pendistribusian program televisi nasional.


Berikutnya adalah Palapa A2 yang diluncurkan pada 11 Maret 1977. Satelit ini menjadi penerus A1 yang berhenti masa operasinya pada 1983.

Setelah Palapa A2, berturut-turut adalah Palapa B1 pada 16 Juni 1983 yang diluncurkan oleh roket STS 7. Satelit ini berhenti beroperasi pada 1990.

Di belakang B1, ada satelit Palapa B2P yang diluncurkan oleh roket Delta 6925 pada 21 Maret 1987. Masa bakti satelit ini berakhir pada 1996.

Selanjutnya, Palapa B2R yang diluncurkan pada 14 April 1990. Masa bakti satelit ini pada 2000 berakhir.

Berikutnya adalah Palapa B4 yang masa baktinya berakhir pada 2005. Satelit ini diluncurkan pada 14 Mei 1992.

Lalu, satelit Indonesia yang ketujuh adalah Telkom 1 pada 13 Agustus 1999. 

Masa bakti satelit yang diluncurkan oleh roket Ariane 4 ini berakhir pada 2006.

Paling buncit adalah satelit Telkom 2 yang diluncurkan pada 16 November 2005. Hingga kini, satelit ini masih beroperasi.


Termutakhir adalah satelit Telkom 3S. Satelit ini masih dalam perencanaan peluncuran.Andai terwujud, Telkom 3S menjadi satelit kesembilan Indonesia.

Telkom 3S diluncurkan sebagai antisipasi meningkatnya permintaan serta dukungan atas pencapaian tujuan strategis TIMES (Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainmnet, dan Services). Seluruh satelit ini merupakan momentum pertumbuhan teknologi komunikasi di Indonesia.

Jelajah Angkasa

Sejarah satelit di Indonesia di atas merupakan satu dari tiga pokok utama dari rangkaian peluncuran satelit Telkom 3S. "Kami menggelar kegiatan CSR bertema Jelajah Angkasa Bersama Anak Bangsa," kata VP Corcomm Telkom Arif Prabowo.

CSR dimaksud adalah pemberian bantuan Broadband Learning Center (BLC) kepada sekolah-sekolah di daerah 3T yakni Terluar di Sabang dan Merauke, Terdepan di Nunukan, dan Terdalam di Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut, menurut Arif, kedua acara itu berlangsung hari ini, Senin (30/1/2017) di Stasiun Pengendali Utama Satelit PT Telkom Indonesia di Kelapa Nunggal, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Menurut catatan Arif, CTO Telkom Abdus Somad Arief dan Kepala Proyek Satelit Telkom Indonesia Tonda Priyanto akan menjadi pembicara pada kegiatan ini.

Selain Olahraga Berkebun Juga Bisa Buat Umur Panjang


Selain Olahraga Berkebun Juga Bisa Buat Umur Panjang

Rahasia Panjang Umur 7 Warga Lansia Berusia di Atas 100 Tahun

Kesimpulan seperti disampaikan dalam British Journal of Sports Medicine didapat Jefferis  setelah ia dan timnya menganalisis data studi jantung daerah Inggris, sebuah penelitian skala besar pada 1978-1980 yang melibatkan 7.735 peserta berusia antara 40 sampai 59 tahun.

Selain itu, pada 2010-2012 sebanyak 3.137 orang diajak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan fisik dan pertanyaan terkait gaya hidup, pola tidur, dan penyakit jantung.

Mereka diminta untuk memakai accelerometer, gadget portabel yang dapat melacak aktivitas fisik selama tujuh hari.

Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa jumlah aktivitas fisik berkorelasi dengan rendahnya risiko kematian. Di sini ada faktor sebab-akibat yang menghubungkan aktivitas fisik dengan penyakit. Tak terkecuali aktivitas fisik ringan.

Tim melihat, saat orang tua melakukan kegiatan di luar ruangan selama 30 menit sehari seperti berkebun atau berjalan-jalan dengan hewan peliharaan mereka maka akan menurunkan risiko kematian sampai 17 persen.

Menariknya, para ilmuwan tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas yang tinggi selama 10 menit atau lebih, seperti rekomendasi berolahraga 150 menit dalam seminggu, memiliki dampak yang lebih baik bagi tubuh.

Peneliti berharap penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaiki pedoman aktivitas fisik untuk orang tua.

"Hasil menunjukkan bahwa semua aktivitas, meski itu aktivitas sederhana akan bermanfaat untuk tubuh. Aktivitas fisik dengan intensitas ringan juga berhubungan dengan risiko kematian yang lebih rendah pada orang tua, terlebih mereka yang banyak melakukan aktivitas fisik di luar ruangan," kata Dr Barbara Jefferis, pemimpin penelitian dilansir dari Daily Mirror, Senin (19/2/2018).

"Selain itu, pola akumulasi terhadap aktivitas fisik tampaknya tidak terlalu efektif. Dengan membebaskan orang tua beraktivitas dan terlepas dari target waktu maka akan lebih mendorong mereka bergerak," tutupnya.