Sharing Informasi | Pribadi | Publik | 2019

3 Hal yang Diperhatikan Sebelum Beli Gorden


3 Hal yang Diperhatikan Sebelum Beli Gorden

Membuat rumah indah dan rapi menjadi hal yang utama agar Anda dan keluarga bisa nyaman untuk ditinggali.

Pertimbangan dalam hal membeli gorden bukan hanya pada motif dan warna yang akan mempercantik penampilan jendela, tetapi juga pada bahan sampai teknik pencuciannya nanti. Tentu saja, pertimbangan itu mesti disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Dari sekian banyak pertimbangan sebelum membeli gorden, ada beberapa hal yang paling penting. 

1. Jenis kain

Ini adalah hal pertama yang mesti Anda cermati sebelum membeli gorden. Jenis kain akan menunjukkan seberapa awet fungsi gorden Anda dari waktu ke waktu.

Untuk gorden yang tahan lama, Anda bisa memilih bahan linen, beludru, atau kain berbahan dasar sutra. Dilansir dari Elle Decor, kain gorden dengan bahan dasar sutra adalah yang paling awet.

2. Warna


Pilih gorden berwarna netral yang tidak cepat pudar karena paparan sinar matahari.


Gorden yang Anda pilih akan dipasang di jendela sehingga otomatis akan sering terpapar sinar matahari.

Jika gorden tersebut akan dipasang di ruang yang banyak mendapat sinar matahari, maka hindari gorden berwarna terang.

Pasalnya, paparan sinar matahari yang terlalu banyak mampu membuat warna kain berwarna terang cepat pudar.

Sebaiknya, pilih warna-warna netral yang cenderung tidak cepat pudar. Selain itu, warna gorden yang netral memberi keuntungan lainnya, yakni fleksibel dan cocok untuk berbagai gaya desain ruangan.

3. Teknik mencuci

Ada dua jenis teknik mencuci gorden. Pertama, gorden yang dapat dicuci dengan mesin.

Kedua, gorden yang hanya dapat dicuci kering. Ada bahan gorden yang bisa dicuci dengan mesin, ada pula bahan yang hanya bisa dicuci kering.


Dalam memilih gorden, pertimbangkan juga teknik mencuci yang tepat dan sesuai dengan bahannya.


Mencuci gorden dengan mesin cuci pribadi mungkin akan menghemat uang, tetapi membutuhkan tenaga dan waktu lebih.

Sedangkan, mencuci kering gorden di jasa laundry tentu saja membuat Anda mengeluarkan uang lebih, tetapi lebih menghemat waktu dan tenaga. 

Namun, jika Anda memutuskan untuk terus mencuci dengan mesin, maka pilihlah bahan yang memang ramah mesin cuci.

Sebab, ada beberapa bahan gorden yang bisa rusak bila dicuci dengan menggunakan mesin. 

Tips Hadapi Anak Remaja Keras Kepala


Tips Hadapi Anak Remaja Keras Kepala

Usia remaja memang masanya bereksperimen banyak hal yang ingin dia ketahui dan coba. 

Pergaulan di luar rumah juga akan sedikit banyak membentuk karakter diri. Bisa berupa hal baik ataupun buruk. Sebagai orang tua sudah seharusnya mengawasi dan menasehati anak sendiri.

Ketika memasuki masa remaja, seorang anak bisa menjadi misteri bagi orangtuanya. Mereka tiba-tiba menjadi lebih keras kepala, berani membantah, dan tidak mau mendengarkan petuah dari orangtuanya

“Kalau remaja memang khasnya keras kepala dan terkadang sok tahu, karena dia lagi masanya pubertas,” jelas psikolog Bona Sardo MPsi usai acara Kasih Sayang, Kasih Dove: Ekspresikan Kasih Sayang ke Orang Terdekat di Jakarta, Kamis (12/1/2017)

Dia melanjutkan, ada sebuah penelitian yang menjelaskan bahwa remaja bertingkah laku seperti memiliki banyak nyawa sehingga tidak takut mati dan mengambil segala resiko.


Lalu, bagaimana menghadapi anak di masa remaja ini?

Bona menjelaskan, ketika berkaitan dengan masa remaja, psikolog biasanya akan mengajak orangtua untuk menghadiri terapi anak.

“Supaya dia (orangtua) lihat bagaimana cara saya berinteraksi dengan si anak dan biasanya orangtua juga jadi ikut belajar,” ungkap Bona.


Setelah itu, orangtua akan lebih mengetahui bagaimana perasaan anak dan memperlakukan mereka. Ketika anak diberi pengertian dan pemahaman, emosi mereka pun akan menurun.

Akan tetapi, hal ini biasanya belum bisa dipahami oleh orangtua. Maka dari itu, dalam menghadapi anak remaja ini, orangtua harus bisa belajar mendengarkan dan mengerti anak.

“Orangtua merefleksikan perasaan anak, itu yang paling sederhana banget, dan biasanya emosi pelan-pelan akan menurun juga. Otomatis nanti dia akan cerita dan biarkan anak untuk cerita juga,” ujarnya.